Bedah Buku Xinjiang Bersama Irfan Ilmie: Mahasiswa S1 Teknik Sipil UNY Perluas Wawasan Global

FT UNY -  Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY), menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku tentang Xinjiang dengan menghadirkan Irfan Ilmie, wartawan senior Kantor Berita ANTARA sekaligus Kepala Biro ANTARA Beijing, sebagai narasumber. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 18 September 2026 tersebut diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika S1 Sipil UNY melalui platform konferensi video.

Kegiatan bedah buku ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa di luar kompetensi teknis ketekniksipilan. Mahasiswa diajak memahami dinamika masyarakat dan pembangunan di Xinjiang melalui perspektif seorang jurnalis Indonesia yang memiliki pengalaman langsung melakukan peliputan dan bekerja di Tiongkok. "Ujar Faqih Maarif, selaku Koorprodi S1 Teknik Sipil UNY"

Dalam pemaparannya, Irfan Ilmie berbagi pengalaman, pengamatan, dan perspektif mengenai Xinjiang yang menjadi bagian dari materi buku yang dibahas. Pengalaman sebagai wartawan senior ANTARA memberikan sudut pandang tersendiri dalam memahami berbagai dinamika yang ditemui selama menjalankan tugas jurnalistik di Tiongkok.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh informasi dari pemberitaan atau sumber sekunder, tetapi juga berdiskusi langsung dengan narasumber yang memiliki pengalaman lapangan. Diskusi tersebut penting untuk mendorong mahasiswa mengembangkan cara berpikir kritis dalam menerima, membandingkan, dan memahami informasi mengenai berbagai isu internasional.

Memperluas Wawasan Global Mahasiswa Teknik Sipil
Bagi mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil FT UNY, kegiatan bedah buku memiliki nilai penting dalam pengembangan kompetensi yang lebih komprehensif. Pendidikan teknik sipil tidak hanya membutuhkan penguasaan kemampuan teknis, tetapi juga wawasan global, kemampuan komunikasi, literasi informasi, keterbukaan terhadap perbedaan sosial dan budaya, serta kemampuan melihat pembangunan dalam konteks yang lebih luas.

Pembahasan mengenai Xinjiang juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal konteks sosial dan budaya masyarakat di luar Indonesia. Wawasan semacam ini menjadi semakin relevan dalam era globalisasi ketika lulusan teknik sipil memiliki peluang untuk terlibat dalam proyek, kerja sama, pendidikan lanjutan, maupun aktivitas profesional yang melibatkan berbagai negara dan latar belakang budaya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk membangun kebiasaan membaca dan mendiskusikan buku sebagai bagian dari pengembangan budaya akademik. Buku dapat menjadi pintu masuk untuk memahami suatu persoalan secara lebih mendalam sekaligus menjadi bahan untuk mengembangkan kemampuan analitis dan argumentasi.

Diskusi Interaktif Bersama Mahasiswa
Sesi diskusi berlangsung secara interaktif. Dokumentasi kegiatan menunjukkan mahasiswa mengikuti kegiatan melalui ruang pertemuan daring dan memperoleh kesempatan untuk menyimak serta berdiskusi bersama narasumber. Antusiasme peserta menjadi bagian penting dari kegiatan karena memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan antara narasumber dan mahasiswa.

Kehadiran Irfan Ilmie sebagai praktisi media sekaligus jurnalis yang bertugas di Beijing memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat memperoleh perspektif dari praktisi mengenai pentingnya melihat suatu fenomena berdasarkan data, pengalaman lapangan, sumber informasi yang beragam, dan konteks yang melatarbelakanginya. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa S1 Teknik Sipil FT UNY tidak hanya dilakukan melalui perkuliahan, praktikum, dan kegiatan keteknikan, tetapi juga melalui kegiatan akademik yang memperkaya wawasan sosial, budaya, komunikasi, dan internasional.

Mendorong Budaya Akademik dan Literasi
Program Studi S1 Teknik Sipil FT UNY terus mendorong terselenggaranya kegiatan akademik yang dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Bedah buku menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus membangun kemampuan berpikir kritis dan komunikasi akademik.

Melalui kegiatan Bedah Buku Xinjiang bersama Irfan Ilmie, mahasiswa diharapkan semakin terbuka terhadap perkembangan global dan memiliki kemampuan untuk melihat berbagai fenomena secara kritis dan komprehensif. Pengembangan wawasan tersebut diharapkan turut membentuk lulusan Teknik Sipil UNY yang tidak hanya kompeten dalam bidang rekayasa, tetapi juga adaptif, komunikatif, berwawasan luas, dan siap berinteraksi dalam lingkungan profesional yang semakin global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi S1 Teknik Sipil FT UNY untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran yang beragam serta membangun atmosfer akademik yang aktif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

Pewarta: Faqih Maarif